Monday, February 21, 2011

""Bekal Mati Semasa Hidup::


Dalam kitab Zahri Riyadl, dikisahkan bahwa Nabi Ya’qub telah bersahabat dengan malaikat maut. Suatu ketika Malaikat maut datang menjumpainya. Nabi Ya’qub bertanya,

“Hai Malaikat Maut, engkau datang sekadar untuk mengunjungi aku atau hendak mencabut nyawaku?”
“Aku datang sekadar berkunjung”
Ya’qub menimpali, “Jika demikian, aku punya hajat kepadamu”
“Apa hajatmu?”
“Aku minta agar engkau memberitahu aku jika telah dekat ajalku dan engkau mau mencabut nyawaku”

Malaikat Maut menyanggupi, “Ya, akan aku kirimkan dua utusan atau bahkan tiga”
Selang beberapa lama setelah pertemuan ini Malaikat Maut datang lagi. Seperti biasa Ya’qub bertanya, “Engkau datang sekadar berkunjung atau hendak mencabut nyawaku?”
Malaikat Maut menjawab, “Aku datang kali ini untuk mencabut nyawamu”
“Bukankah engkau telah berjanji mengirimkankan dua atau tiga utusan untuk memberitahuku sebelum ajalku dekat?”
“Aku telah melakukannya”,
jawab Malaikat. “Utusan pertama adalah rambut putih yang sebelumnya hitam. Utusan kedua adalah kelemahan tubuhmu yang sebelumnya kuat. Utusan ketiga adalah kebongkokan tubuhmu yang sebelumnya tegak. Semua itu adalah utusanku pada anak Adam sebelum mati.”

‘Aisyah, istri Rasulullah pernah bercerita, “Aku sedang duduk bersila di rumah, tiba-tiba Rasulullah saw masuk sambil mengucapkan salam. Aku bermaksud berdiri untuk menghormat dan memuliakan beliau sebagaimana kebiasaanku. Beliau bersabda. ‘Tetap duduklah, engkau tak usah berdiri, wahai Ummul Mukmimin!’ Beliau kemudian duduk meletakkan kepalanya pada pangkuanku, lalu tidur berbaring. Maka aku menghilangkan uban pada jenggotnya, aku dapati 19 rambut putih. Terpikirlah olehku bahwa beliau akan meninggalkan dunia sebelumku, sehingga tinggallah ummatnya tanpa Nabi. Maka aku menangis. Air mataku mengalir di pipi dan menetes pada muka beliau hingga beliau terbangun. Beliau bertanya, ‘Gerangan apakah yang engkau tangisi wahai Ummul Mukmimin?’

Maka aku ceritakan segalanya. Kemudian beliau bertanya, ‘Keadaan manakah yang lebih hebat bagi mayat?’

‘Tunjukkanlah, wahai Rasulullah,’ kataku.

‘Bukankah engkau yang mengatakannya?’ Aku menjawab,

‘Tidak ada keadaan yang paling hebat bagi mayat daripada saat keluarnya mayat dari rumahnya, di mana anak-anaknya bersedih hati di belakangnya seraya berkata, ‘Aduh ayah, aduh ibu,’ dan ayah berkata, ‘Aduh anakku.’

Nabi menimpali, ‘Itu hebat, tapi masih adakah yang lebih hebat?’

Jawabku, ‘Tidak ada yang lebih hebat bagi mayat dari ketika ia diletakkan di liang lahat dan ditimbuni tanah di atasnya. Kerabatnya kembali, begitu pula anak dan kekasihnya. Mereka semua menyerahkan kepada Allah swt beserta amal perbuatannya. Maka datanglah Munkar dan Nakir dari dalam kuburnya.’

Sahut Nabi, ‘Adakah yang lebih hebat dari pada itu?’

‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’

Sabda Nabi, ‘Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya sehebat-hebat keadaan mayat adalah ketika orang yang akan memandikannya masuk ke rumahnya untuk memandikannya. Di kala itu ruhnya memanggil ketika ia melihat mayat dalam keadaan telanjang dengan suara yang seluruh makhluq mendengarnya, kecuali jin dan manusia.

Ruh: Wahai orang yang memandikan, kuminta kepadamu karena Allah, untuk melepaskan pakaianku dengan perlahan-lahan sebab saat ini aku beristirahat dari seretan malaikat Maut. (Dan jika disiram maka ia berteriak begitu).

Mayat: Wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menuangkan airmu terlalu panas atau terlalu dingin, sebab tubuhku terbakar dari lepasnya ruh.

Jika mereka memandikannya, maka berkatalah ruh: Demi Allah, wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menggosok aku dengan kuat, sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya ruh.’”

Secara alamiah, manusia itu berproses dari tidak ada menjadi ada, untuk kemudian tidak ada lagi. Keberadaannya dimulai dari ketika masih berupa janin dalam rahim seorang ibu. Dari ujud yang belum berbentuk hingga menjadi janin yang siap dilahirkan ke dunia.

Ketika lahir seorang bayi belum bisa mendengar, melihat, dan berkata. Ia hanya bisa melakukan aktivitas yang sifatnya naluri, seperti menangis, gerak-gerak kecil, dan minum. Keberlangsungan hidupnya sangat bergantung pada pertolongan orang lain. Ia sangat lemah.

Dari bayi tumbuh menjadi kanak-kanak yang lucu, kemudian terus berkembang menjadi remaja, dan dewasa. Pada masa remaja dan dewasa inilah seorang manusia menjadi kuat dan sempurna pertumbuhan dan perkembangannya. Waktu terus berjalan, akhirnya seorang manusia memasuki usia tua. Kekuatan dan kesempurnaannya pelan-pelan sirna termakan oleh usia. Ia menjadi lemah kembali.

Allah swt menggambarkan hal ini dengan indah sekali.

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar-Ruum: 54)

Secara normal, itulah siklus kehidupan manusia di dunia. Dari lemah menjadi kuat, kemudian lemah kembali, untuk selanjutnya mati. Sudahkah kehidupan berakhir sampai di sini? Masih ada kehidupan yang lebih abadi.

Kematian secara alamiah pasti datang menjemput siapa saja. Karenanya kematian tidak perlu ditakuti. Sekalipun manusia bersembunyi dalam benteng yang paling rapat, maut pasti datang menjemput. Kepada sesuatu yang sudah pasti ini manusia hanya bisa pasrah menyerah. Dokter yang paling ahli sekalipun tak bakal mampu mencegah. Bahkan dirinya sendiri tak bisa melakukan apa-apa ketika malaikat maut datang mencabut nyawanya.

Dalam keadaan normal, Allah selalu memberi isyarat sebelum sesuatu itu terjadi. Sebelum datangnya hujan, terlebih dahulu Allah menghadirkan mendung. Sebelum tidur, manusia dibikin ngantuk. Sebelum mati, Allah memberi aba-aba dengan dua hal di atas, yaitu uban dan kemunduran fisik. Sebelum mati, terlebih dahulu Allah memberinya sakit.

Sayang, aba-aba semacam ini kurang diperhatikan manusia, karena panjangnya angan-angan dan besarnya harapan tentang kehidupan di dunia. Akibatnya, kematian yang sudah pasti itu mereka lalaikan. Ketika kematian betul-betul datang, mereka kaget karena belum memiliki kesiapan.

Hasan Al-Bisri, salah seorang tokoh Sufi meriwayatkan suatu hadits dari Rasulullah: “Sukakah kamu masuk surga?” Para sahabat menjawab, tentu, ya Rasulullah! Rasulullah bersabda, “Pendekkan angan-anganmu, gambarkan ajalmu di depan mata, dan jagalah baik-baik kesopananmu di hadapan Allah.”

Banyak manfaat yang bisa dipetik dari mengingat maut ini. Seseorang yang merasa ajalnya sudah dekat akan bersungguh-sungguh dalam beribadah, serius dalam beramal shalih, dan berusaha untuk meninggalkan perbuatan yang sia-sia, serta membuang jauh-jauh perasaan malas untuk beramal.

Selain itu ia akan menjadi zahid, tidak rakus pada dunia. Baginya dunia hanyalah jembatan yang bisa mengantarkannya ke surga atau neraka. Sebagai jembatan, dunia itu perlu dilalui dengan hati-hati. Kesalahan sedikit bisa berakibat fatal, yaitu tergelincir ke lautan neraka.

Orang yang mengingat mati juga akan bersegera untuk bertaubat. Mereka tidak menunggu-nunggu lagi, sebab di pelupuk matanya sudah tergambar mayyit yang diusung ke keburan. Di hatinya malah sudah terukir berbagai nikmat surga yang akan didapat, atau siksa neraka yang mungkin menimpanya akibat berbagai kesalahan dan dosa yang pernah diperbuat. Maka segala perbuatan dan tingkah laku yang menghalangi seseorang untuk melakukan ketaatan kepada Allah segera disingkirkan. Mereka senantiasa memilih jalan yang diridhai-Nya.

Adapun orang yang panjang angan-angannya akan selalu menunda-nunda kebaikan. Mereka merasa bahwa masa hidupnya masih panjang, sementara berbagai kenikmatan dunia belum sempat dirasakan. Mereka ingin terus mengejar, sampai akhirnya kaget ketika malaikat maut datang untuk mengakhiri riwayat hidupnya.

Itulah sebabnya Rasulullah sering melontarkan do’a sebagai berikut: “Ya Allah, Aku berlindung kepadamu dari dunia yang menghalangi kebajikan untuk akhirat. Aku berlindung kepada-Mu dari kehidupan yang menghalangi kebajikan untuk mati. Dan aku berlindung pula kepada-Mu dari angan-angan yang mengganggu kebajikan untuk beramal.”

Dalam kitab Bidayah, Imam Al-Ghazali berpesan, “Hendaknya Anda senantiasa merenungkan umur yang pendek di dunia, jika dibandingkan dengan tempat tinggal di negeri akhirat yang kekal sepanjang masa, meskipun Anda merasa bisa hidup selama seratus tahun.

Renungkan pula betapa susah, payah, dan hinanya Anda dalam mengejar dunia, sebulan atau setahun, dengan harapan Anda akan hidup selama dua puluh tahun, misalnya. Akan tetapi mengapa Anda enggan bersusah payah sedikit ketika hidup di dunia, agar Anda merasakan peristirahatan yang kekal di akhirat kelak?

Dalam kondisi kita sekarang ini, Allah tidak mengharap agar kita mengurangi aktivitas keduniaan, sebab ummat Islam sekarang masih belum beranjak dari kemiskinan. Kita tetap berkewajiban untuk menuntaskankan tugas kekhalifahan di muka bumi dengan lebih banyak memberi kesejahteraan bagi penghuninya.

Di sela-sela kesibukan kita mengurus dunia, jangan lupa mengurus kehidupan akhirat. Jika kita rela mengurus dunia dengan susah payah hanya sekadar untuk waktu yang sangat singkat, kenapa kita tidak bersungguh-sungguh menyiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal?

Wednesday, February 16, 2011

Kisah Ashabul Kahfi~bukti kebesaran ALLAH.








Ashabul Kahfi; tauladan buat pemuda umat ini Pemuda sebagai tunggak kepada kekuatan ummah seharusnya mempunyai aqidah Islam yang teguh, kefahaman Islam yang jitu, akhlak Islam yang mantap dan semangat keislaman yang waja. Pemuda Islam mesti menyedari tanggungjawab mereka sebagai harapan agama dan ummah iaitu;

  1. Untuk mengabdikan diri kepada Allah
  2. Untuk berkomitmen dengan manhaj Rabbani dan memperjuangkanya.
  3. Membantu membangunkan ummah dan negara Pemuda Islam juga harus menyedari asas-asas kekuatan mereka sebagai seorang muslim di mana tanpanya mereka tidak akan mampu merealisasikan tanggungjawab mereka itu. Asas-asas kekuatan itu ialah;
  • Iman yang mantap di dalam jiwa
  • Keikhlasan semata-mata kerana Allah dan mencari keredhaanNya
  • Keazaman yang kukuh, yang tidak pernah mengenal erti takut, segan dan malu.
  • Amal/kerja yang bersungguh-sungguh dan berterusan tanpa jemu dan malas.
  • Pengorbanan yang tinggi yang tidak mengenal kecuali menang atau syahid.

Di dalam al-Quran, Allah telah membentangkan satu kisah untuk tatapan pemuda Islam sepanjang zaman. Kisah yang menggambarkan pemuda yang beriman dan dengan penuh cekal mempertahankan prinsip hidup mereka. Dalam usia yang masih muda mereka sudah mengenal betapa tingginya nilai iman dan agama sehingga mereka tidak sanggup menggadaikannya walaupun dengan tawaran harta benda yang mahal. Mereka lebih rela mempertahankan iman dan agama mereka biarpun terpaksa hidup dalam buangan dan terasing. Bahkan jika terpaksa mengorbankan nyawa sekalipun, mereka akan sanggup melakukannya.

Kisah yang kita maksudkan ialah kisah; “Ashabul Kahfi”. Kisah ashabul kahfi adalah kisah yang menonjolkan contoh pemuda yang memiliki segenap ciri Pemuda Islam yang sebenar iaitu;

  1. Teguh dengan iman dan prinsip hidup sebagai seorang muslim
  2. Yakin kepada diri sendiri
  3. Berani berhadapan dengan apa sahaja cabaran
  4. Sentiasa bersemangat mengharungi liku-liku hidup
  5. Mampu berhujjah mempertahankan pandangan dan prinsip hidup
  6. Sanggup berkorban
  7. Setiakawan dalam mengharungi cabaran bersama
  8. Sentiasa menjaga keta’atan kepada Allah walau dalam suasana mana sekalipun.

Kisah ashabul kahfi (yang bermaksud penghuni-penghuni gua) diceritakan oleh Allah dengan panjang lebar di dalam surah al-Kahfi, bermula dari ayat 9 hingga ayat 26 (iaitu kira-kira 15 ayat). Sebab turun ayat-ayat yang menceritakan kisah dalam surah al-Kahfi ini sebagaimana yang diceritakan oleh ulama’-ulama’ tafsir ialah; “Paderi-paderi yahudi berhasrat untuk menguji Nabi Muhammad s.a.w. sama ada ia benar-benar seorang Nabi atau tidak. Lalu mereka menyuruh orang-orang musyrikin supaya menguji baginda dengan bertanyakan tiga kisah yang ajaib yang berlaku pada zaman dahulu iaitu;

1. Kisah pemuda-pemuda yang bersembunyi dalam gua iaitu kisah ashabul Kahfi.

2. Kisah seorang raja adil yang mengelilingi dunia (timur dan barat) iaitulah Iskandar Zulkarnain.

3. Kisah tentang hakikat ruh.

Setelah 15 hari Rasulullah s.a.w. menunggu, maka turunlah wahyu menceritakan ketiga-tiga kisah tersebut”. Allah memulakan penceritaan dengan membentangkan rasa takjub manusia tentang kisah ini walaupun sebenarnya mereka tidak perlu rasa takjub kerana ia datang dari kudrat Allah, bahkan di sana terdapat banyak lagi tanda-tanda kekuasaan Allah yang lebih hebat dari peristiwa ini (seperti penciptaan langit dan bumi, penciptaan nabi Adam dan sebagainya).

Firman Allah; “Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahawa kisah ‘ashabul kahfi’ (penghuni gua) dan ‘ar-raqiim’ (anjing mereka) termasuk antara tanda-tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo`a: "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (al-Kahfi: 9)

Ashabul kahfi (penghuni-penguni gua) yang dimaksudkan dalam ayat di atas –menurut para ulama’- terdiri dari tujuh orang pemuda iaitu;

  1. Maksalmina
  2. Tamlikha
  3. Martunus
  4. Bainunus atau Nainunus
  5. Sarbunus
  6. Dzunuanus
  7. Kasyfitatanunus

Bersama mereka seekor anjing bernama Qitmir mengekori mereka. Pemuda-pemuda ini beriman kepada Allah di tengah kekufuran kaum dan bangsa mereka. Identiti mereka sebagai pemuda yang beriman diakui oleh Allah dengan firmanNya; “Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk”. (al-Kahfi: 13)

Menurut ahli sejarah, kisah ini berlaku pada zaman sebelum kedatangan Islam di satu negeri bernama Afsus yang terletak di Turki (ada pendapat menyatakan di Jordan, dan ada juga mengatakan di Syria). Asalnya penduduk negeri itu beriman kepada Allah dan beribadat mengesakanNya. Namun keadaan berubah selepas kedatangan seorang raja bernama Diqyanus. Raja ini menganut fahaman kufur/berhala dan ia memaksa rakyat di bawah pemerintahannya supaya murtad dari agama Allah yang dibawa Nabi Isa a.s. dan bertukar kepada agama kufur/berhala yang dianutinya. Rakyat yang takut dengan ancaman dan siksaan raja itu terpaksa akur dengan arahan yang zalim itu. Namun tujuh pemuda beriman tadi tidak mahu tunduk dengan tekanan raja kafir itu. Mereka tetap teguh mempertahankan aqidah mereka walaupun menyedari nyawa dan diri mereka mungkin terancam dengan berbuat demikian.

Akhirnya mereka dipanggil mengadap raja itu. Di hadapan raja yang zalim itu, mereka dengan penuh berani dan bersemangat berhujjah mempertahankan iman dan prinsip aqidah ilahi yang mereka yakini. Allah berfirman menceritakan peristiwa mereka berhujjah; “Dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri (di hadapan raja) lalu mereka berkata (membentangkan hujjah kepada raja): "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?”. (al-Kahfi: 14-15)

Walaupun tidak mampu menjawab hujjah-hujjah yang mantap dari pemuda-pemuda beriman ini, raja yang kufur dan zalim itu tetap berkeras mahu mereka murtad dari agama mereka. Ia memberikan tempoh beberapa hari kepada mereka. Jika selepas tempoh itu pemuda-pemuda ini tetap berkeras, maka mereka akan dimurtadkan secara paksa atau akan dibunuh. Kerana sayangkan aqidah dan agama mereka, pemuda-pemuda ini bermesyuarat sesama mereka untuk mencari keputusan yang muafakat; apakah tindakan yang sepatutnya diambil untuk mempertahankan diri dan juga agama mereka? Akhirnya mereka memutuskan untuk lari bersembunyi dan berlindung di dalam gua di kawasan pedalaman/kampung.

Firman Allah; “Dan oleh kerana kamu telah mengasingkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, maka pergilah kamu berlindung di gua itu, supaya Tuhan kamu melimpahkan dari rahmat-Nya kepada kamu dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk menjayakan urusan kamu dengan memberi bantuan yang berguna”. (al-Kahfi: 16)

Mereka lari ke pedalaman di kawasan pergunungan bernama Nikhayus. Di situ terdapat sebuah gua dan di situlah mereka bersembunyi dan berlindung. Kebetulan semasa perjalanan mereka ke situ mereka telah diekori oleh seekor anjing bernama ar-raqiim. Maka anjing itu turut bersama-sama dengan mereka berlindung dan menetap di gua itu. Di dalam gua itu mereka diberi ketenangan dan ketenteraman oleh Allah.

Ia telah menidurkan mereka dengan nyenyak dalam gua tersebut. Firman Alalh menceritakan tentang mereka di dalam gua; “Lalu Kami tidurkan mereka dengan nyenyaknya di dalam gua itu bertahun-tahun lamanya”. (al-Kahfi: 11). Allah ingin menzahirkan bukti-bukti kekuasaanNya kepada hamba-hambaNya melalui peristiwa ini. Maka Allah telah mentakdirkan pemuda-pemuda ini tidur dalam jangka masa yang amat lama iaitu selama 300 tahun (mengikut perkiraan tahun Masihi) atau 309 tahun (mengikut tahun Hijrah).

“Dan mereka telah tinggal tidur dalam gua mereka selama tiga ratus tahun (dengan kiraan ahli Kitab), dan hendaklah kamu tambah sembilan tahun lagi (dengan kiraan kamu) (yakni menjadi 309 tahun)”. (al-Kahfi: 25)

Walaupun mereka tidur amat lama dan tanpa makan dan minum, tetapi dengan kuasa Allah, badan dan jasad mereka tidak hancur dan musnah. Bahkan Allah menyatakan bahawa; jika kita lihat keadaan mereka di dalam gua itu nescaya kita tidak akan percaya bahawa mereka sedang tidur. “Dan engkau sangka mereka sedar padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka dalam tidurnya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri (supaya badan mereka tidak dimakan tanah), sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka”. (al-Kahfi: 18) Setelah sampai tempoh yang ditetapkan Allah (iaitu 300 tahun atau 309 tahun), mereka dibangunkan.

Ketika mereka bangun mereka sendiri tidak menyedari bahawa mereka tidur dalam jangka masa yang amat lama. Mereka menyangka mereka hanya tidur dalam masa sehari atau separuh hari sahaja. “Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari….”. (al-Kahfi: 19)

Sebaik bangun dari tidur mereka, mereka terasa lapar. Maka sebahagian dari mereka mencadangkan agar dihantar seorang wakil untuk ke Bandar bagi mencari sesuatu untuk di makanan. Akhirnya mereka memilih Tamlikha untuk ke kota Afsus. Kebetulan semasa mereka melarikan diri dulu mereka membawa bersama bekalan wang perak.

Firman Allah menceritakan cadangan sebahagian dari mereka itu; “Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak kamu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang paling baik (yakni yang bersih dan halal), maka hendaklah dia membawa makanan itu untuk kamu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan hal kamu kepada seseorangpun. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”. (al-Kahfi: 19-20)

Lihatlah betapa bersihnya hati dan akhlak mereka. Walaupun dalam keadaan yang gawat dan susah serta kelaparan, tetapi mereka masih berpesan kepada sahabat mereka yang ditugaskan ke kota mencari makanan itu supaya mencari dan memilih makanan yang bersih dan halal. Ini menandakan bahawa mereka adalah pemuda-pemuda yang bertakwa kepada Allah. Di dalam al-Quran, Allah memerintahkan kita supaya bertakwa kepadaNya sedaya yang kita mampu, dalam keadaan mana sekalipun, sama ada senang atau susah.

FirmanNya; “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu”. (at-Taghabun: 16)

Walaupun Allah menceritakan dalam ayat tadi bahawa pemuda-pemuda amat berhati-hati dan berjaga-jaga agar jangan diketahui orang lain–kerana mereka menyangka raja yang memerintah negeri masih raja yang dulu dan kafir kepada Allah-, namun Allah telah mentakdirkan supaya berita tentang mereka diketahui oleh hamba-hambaNya yang lain bagi menunjukan kekuasaan dan kehebatanNya. Kebetulan semasa pemuda-pemuda ashabul kahfi ini dibangkitkan Allah setelah tidur 300 tahun lamanya, suasana negeri telah banyak berubah. Raja dan pemerintah negeri merupakan orang yang beriman kepada Allah. Begitu juga dengan kebanyakan rakyatnya.

Namun masih terdapat segelintir rakyat dalam negeri itu yang masih ragu-ragu tentang kebenaran kiamat; mereka masih ragu-ragu; bagaimana Allah boleh menghidupkan orang yang telah mati? Apatahlagi yang telah beribu bahkan berjuta tahun lamanya dimakan tanah. Maka bertepatanlah masanya Allah membangkitkan ashabul kahfi pada zaman tersebut dan menzahirkan kekuasaanNya kepada hamba-hambaNya yang masih ragu-ragu lagi. “Dan demikianlah Kami dedahkan hal mereka kepada orang ramai supaya mereka mengetahui bahwa janji Allah menghidupkan orang mati adalah benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya”. (al-Kahfi: 21)

Allah mendedahkan perihal pemuda-pemuda ashabul kahfi itu semasa wakil mereka itu datang ke kota hendak membeli makanan. Ia merasa hairan melihat keadaan kota dan penduduknya berubah sama sekali. Penduduk kota pula merasa hairan melihat keadaan wakil itu dan mereka semakin syak apabila mereka melihat wang perak yang dibawanya ialah wang zaman dahulu yang sudah tidak laku lagi. Ia dituduh menjumpai harta karun lalu dibawa mengadap raja yang beriman dan mengambil berat hal agama.

Setelah mendengar kisahnya, raja dan orang-orangnya berangkat ke gua ashabul kahfi bersama wakil itu, lalu berjumpa dengan pemuda-pemuda itu sekeliannya dan mendengar kisah mereka. Sejurus kemudian pemuda-pemuda itu pun dimatikan Allah sesudah memberi ucapan selamat tinggal kepada raja yang beriman itu dan orang-orangnya. Raja mencadangkan supaya sebuah masjid didirikan di sisi gua itu. Sementara itu ada yang mencadangkan supaya mendirikan sebuah bangunan atau tugu sebagai kenangan. Hal ini diceritakan Allah dengan firmanNya;

“Setelah itu maka (sebahagian dari mereka) berkata: "Dirikanlah sebuah bangunan di sisi (gua) mereka, Allah jualah yang mengetahui akan hal ehwal mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka (yakni pihak raja) pula berkata: "Sesungguhnya kami hendak membina sebuah masjid di sisi gua mereka”. (al-Kahfi: 21)


BAGAIMANA SYAITAN MENAKLUKI HATI MANUSIA~



Al-Tahtawi menjelaskan dalam kitabnya Fathu al-Mannan Bi Ahkam al-Jan, gambaran penguasaan syaitan ke dalam hati manusia di
gambarkan menerusi bandingan berikut :
“ Hati laksana benteng, benteng itu berpagar, dan pagar mempunyai pintu. Penghuni di dalamnya ialah akal. Para malaikat sering berjaga di kawasan benteng itu. Tetapi di situ juga ada tempat bersembunyi yang akan didatangi oleh syaitan.

Peperangan sentiasa berlaku antara penghuni kota iaitu akal dan syaitan berserta gurkha iaitu nafsu. Syaitan tidak pernah berhenti mencari helah dan waktu untuk manyerang. Maka penjaga hendaklah mengetahui berapa bilangan pintu dan kota dan bagaimana menangani kemaraan musuh. Kota ini akan diterangi dengan zikir yang diamalkan, menjadikan padanya cermin yang akan menterbalikkan imej setiap yang melaluinya.

Maka syaitan dan tenteranya akan berusaha dan mencari helah, antaranya dengan mewujudkan kepulan asap. Asap yang akan menggelapkan suasana sehingga pengawal tidak nampak apa yang berlaku.

Asap ini juga turut melekat pada cermin yang mengakibatkan kita tidak nampak imej yang sebenarnya. Istiqamah dengan zikir mampu membersihkan cermin menjadikannya reflektif semula. Demikianlah pertarungan sengit sentiasa berlaku dalam diri kita. Semakin kuat keimanan, makin dahsyat cabaran yang harus ditempuhi. Kadangkala angin kencang bertiup menyemarakkan asap nyalaan iblis hingga para penjaga terlepas musuh masuk ke dalam mempengaruhi penghuninya iaitu akaL…”
Renung- renungkanlah…(^_^)

PESAN ROH KEPADA MANUSIA~



Apabila roh keluar dari jasad, ia akan berkata-kata dan seluruh isi alam sama

ada di langit atau bumi akan mendengarnya kecuali jin dan manusia. Apabila

mayat dimandikan, lalu roh berkata : "Wahai orang yang memandikan,

aku minta kepadamu kerana Allah untuk melepaskan pakaianku dengan

perlahan-lahan sebab pada saat ini aku beristirahat daripada seretan malaikat

maut". Selepas itu, mayat pula bersuara sambil merayu :

"Wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menuangkan airmu

dalam keadaan panas. Begitu juga jangan menuangnya dengan air yang dingin

kerana tubuhku terbakar apabila terlepasnya roh dari tubuh".

Apabila dimandikan, roh sekali lagi merayu :"Demi Allah, wahai orang yang memandikan jangan engkau menggosok aku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh" . Setelah dimandi dan dikafankan, telapak kaki mayat diikat dan ia pun memanggil-manggil dan berpesan lagi supaya jangan diikat terlalu kuat serta mengafani kepalanya kerana ingin melihat wajahnya sendiri, anak-anak, isteri atau suami buat kali terakhir kerana tidak dapat melihat lagi sampai Hari Kiamat.


Sebaik keluar dari rumah lalu ia berpesan : "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meniggalkan isteriku menjadi Balu. Maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim dan janganlah kalian Menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari itu aku telah keluar dari rumahku dan aku tidak akan dapat kembali kepada mereka buat selama-lamanya" . Sesudah mayat diletakkan pada pengusung, sekali lagi diserunya kepada jemaah supaya jangan mempercepatkan mayatnya ke kubur selagi belum mendengar suara anak-anak dan sanak saudara buat kali terakhir.


Sesudah dibawa dan melangkah sebanyak tiga langkah dari rumah, roh pula berpesan: " Wahai Kekasihku, wahai saudaraku dan wahai anak-anakku, jangan kamu diperdaya dunia sebagaimana ia memperdayakan aku dan janganlah kamu lalai ketika ini sebagaimana ia melalaikan aku". "Sesungguhnya aku tinggalkan apa yang aku telah aku kumpulkan untuk warisku dan sedikitpun mereka tidak mahu menanggung kesalahanku". "Adapun didunia, Allah menghisab aku, padahal kamu berasa senang dengan keduniaan. Dan mereka juga tidak mahu mendoakan aku".

Ada satu riwayat drp Abi Qalabah mengenai mimpi beliau yang melihat kubur pecah. Lalu mayat-mayat itu keluar dari duduk di tepi kubur masing-masing. Bagaimanapun tidak seorang pun ada tanda-tanda memperolehi nur di muka mereka. Dalam mimpi itu, Abi Qalabah dapat melihat jirannya juga dalam keadaan yang sama. Lalu dia bertanya kepada mayat jirannya mengenai ketiadaan nur itu. Maka mayat itu menjawab: "Sesungguhnya bagi mereka yang memperolehi nur adalah kerana petunjuk drpd anak-anak dan teman-teman. Sebaliknya aku mempunyai anak-anak yang tidak soleh dan tidak pernah mendoakan aku".

Setelah mendengar jawapan mayat itu, Abi Qalabah pun terjaga. Pada malam itu juga dia memanggil anak jirannya dan menceritakan apa yang dilihatnya dalam mimpi mengenai bapa mereka. Mendengar keadaan itu, anak-anak jiran itu berjanji di hadapan Abi Qalabah akan mendoa dan bersedekah untuk bapanya. Seterusnya tidak lama selepas itu, Abi Qalabah sekali lagi bermimpi melihat jirannya. Bagaimanapun kali ini jirannya sudah ada nur dimukanya dan kelihatan lebih terang daripada matahari.
Baginda Rasullullah S.A.W berkata:

Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar.Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."


Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:
"Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S. akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada di sekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail A.S. "Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S. akan menebarkan sayap di sebelahkiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.


Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: "Tidak ada jalan bagimu mencabut rohorang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T." Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada AllahS.W.T.dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu.

Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud: "Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain." Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T . maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu. Maka berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dariarah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah,tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan." Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: Tidak ada jalan bagimu dari arah ini Kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan enghadiri majlis-majli! s ilmu." Apabila gagal malaikat maut,mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir." Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah." Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian AllahS.W.T. berfirman yang bermaksud:"Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu." Sebaik saja mendapat perintah AllahS.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan AsmaAllah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada AllahS.W.T maka keluarl! ah roh tersebut dari arah m ulut dengan tenang.

Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A: "Roh itu menuju ketujuh tempat:-

1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5.Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7.Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin,mereka diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat."

Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:-
1. Orang-orang yang mati syahid.

2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.
Sekian untuk ingatan kita bersama.

Saturday, January 1, 2011

..aku dan mereka KMM10/11B3aras4wingA..

1 jan 2011,12am=)
idea tercetus dgn rakusnya. kami bersama2 m'hasilkan mende ni....
dan bilik aku,b3,aras4,no1 menjadi port utk menyiapkannye. hihi...happening gler dorg((:
kelihatan BradPitt dan Yuni bersungguh-sungguh draw kayu kayan kat bwh nun..hehe..
amat 'kacak sekali' mereka. siapakah mereka di b3aras4wingA?
meh cini sy perkenalkan~
b3441:AKU,schaIris,syarahch0mel,annielee.
b3442:jiha,echakecik,cida n yg diingati,anith((:
b3443:asma' yg cumeyl,kakak,kkak mach0 n awk yg b'spec. b3444:aziraYG4flat!mirasyadYGhappening!yuniYGmanje!wawaYGbest!
b3445:kakNORA
,miza,bradPitta.k.athirah,siewMeng~
b3446:anisNajwa/ketuaAras!!,b00nshanYG4flat!huda n yg diingati,MIRATASYA~
inilaH mEREka yg GENIUS!!!

Cinta kami kpd MATLAMAT HIDUP menjadi tunjang utama AZAM kami.
Azam aku? byk...bg aku,azam aku tiap tahun adalah sama je..
penuhi hasrat MAMA dan AYAH yang ingin aku tersenyum cemerlang dalam pelajaran..
aku percaya semua parents kite nak kite berjaya kan? =p
2011 adalah penentu masa depan kami. Kami akn berpisah pd 2011 juge..
huhu...sedihnye!!! Betul la pe yg pensyarah selalu ckp... Life kat Matrik ni kejap je... dulu berat hati nk tinggalkan family,study kat sini... tp inilah hakikat..
aku akan rindu situasi di KMM ni...
Tetibe aku teringat di waktu petang itu... aku kehilangan semangat. Aku terpaksa hadapinya sorang2 tanpa bantuan kwn2 aku sbb kami dipisahkan utk kelas Akaun. Kejadian tu membuatkan aku akan menangis pabila aku teringatkannya~ sakit sgt2..
tp apakan daya...demi mama dan ayah, aku kena teruskan jua PERJUANGAN ni. ptg tu aku ingat aku nk teruskan study kat library.... aku ingat aku dpt lupekn kejadian td..
tp apakan daya..ayh text aku..huhuuu..lg la aku touching~ siyes,hujan air mate kat situ gak...
sampaikan aku x perasan ade hamba ALLAH yang lain melihat aku tika itu..
tp mereka hanya mampu melihatnye..then aku kms2 buku aku..
aku bla..lepak sorg2 kat bawah KOLEJ MATRIKULASI MELAKA yg besaw gajah kat atas bukit nun..di situlah aku meluahkan semuanya~ternyata...mlm tu aku masih menangis tanpa henti)= huhuuuuuuuu.sampai situ je!! let by gone be gone~
kat KMM 2010 yg lepas... 'si dia'..seorang yg dicop jht tp bg aku, 'si dia' seorang yang sgt matang dan mementingkan masa depan.. papepun yg 'si dia' lakukan belakang aku, aku wat xtaw je...aku lalui sem1 bersama 'si dia'. tapi semua ni sekejap je..
time study week tu...aku mula renggang dgn 'si dia'. Byk perkara yg aku nk rahsiakan..semua yg aku kecewa tentang 'si dia'.. aku x mampu marah 'si dia'.. aku hanya diam dan terima 'si dia' seadanya....namun,hakikatnya aku sendiri x mampu bertahan....
kini,aku dan 'si dia' mungkin dah xde pape... 'si dia' pun in silent mode~ ntah la... dgn 'si dia', aku sgt setia. aku xnk jd pengkhianat cinta lg~ tp nilah hidup... x selalunya indah2 belaka.. 2011?
adakah aku perlu lupakan 'si dia'? sampai bila aku nak terus cmni.... sum1.. help me!!!~
kpd 'si dia'..aku harap lepaskan aku dgn kata2..

:: AKUTETAPAKUYANGDAHULU.thelittlesimple~